UNAHA – Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Konawe bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mulai menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama. Dengan alokasi anggaran yang signifikan dan target perbaikan jalan yang ambisius, tahun ini diproyeksikan menjadi tahun kunci bagi peningkatan konektivitas antarwilayah di "Lumbung Beras" Sultra ini.
Berdasarkan dokumen APBD 2026 yang telah disetujui DPRD Konawe, Pemkab mengalokasikan Belanja Modal sebesar Rp253,02 miliar. Dari angka tersebut, sektor jalan, jaringan, dan irigasi mendapatkan porsi Rp70,5 miliar.
Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, menyatakan bahwa anggaran ini merupakan bagian dari visi "Konawe Bersahaja" untuk memperkuat daya saing daerah. Fokus utama adalah menghubungkan sentra-sentra produksi pertanian ke jalur distribusi utama guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Salah satu sorotan utama di awal tahun ini adalah kelanjutan Proyek Rekonstruksi Jalan Lakidende yang bernilai Rp34,72 miliar. Hingga Januari 2026, proyek dua jalur ini dilaporkan telah mencapai progres fisik sekitar 62-70%.
Pihak Dinas PUPR Kabupaten Konawe telah memberikan tambahan waktu (perpanjangan) selama 50 hari kepada kontraktor untuk menuntaskan pekerjaan. Meski demikian, sanksi denda keterlambatan tetap diberlakukan sejak 1 Januari 2026 guna memastikan penyelesaian yang tepat waktu dan sesuai standar kualitas.
Kabar baik juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka, Konawe masuk dalam daftar empat kabupaten prioritas perbaikan jalan provinsi pada tahun 2026.
Pemprov menargetkan perbaikan total 30 kilometer jalan di Konawe, Bombana, Buton Utara, dan Konawe Selatan melalui program unggulan "Jalan Mulus Antar Wilayah (Jamaah)". Tim teknis telah melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan ruas jalan yang paling mendesak segera mendapatkan penanganan aspal mulai kuartal pertama tahun ini.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Konawe berkomitmen memberikan informasi pembangunan yang transparan.
Hubungi Kami