Langkah ini diambil untuk mendiversifikasi objek wisata di Konawe, yang selama ini didominasi oleh wisata alam dan pesisir, sekaligus sebagai sarana konservasi satwa endemik lokal.
Konawe Edu-Zoo direncanakan tidak hanya sebagai tempat memamerkan satwa, tetapi juga sebagai pusat penelitian dan edukasi bagi pelajar. Beberapa poin keunggulan proyek ini meliputi:
Zona Satwa Endemik Sultra: Fokus utama koleksi adalah pengenalan satwa asli Sulawesi seperti Anoa, Rusa Timor, dan berbagai jenis burung maleo dalam habitat yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya.
Interaksi Satwa (Petting Zoo): Tersedia area khusus bagi anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan hewan-hewan jinak seperti domba, kelinci, dan burung parkit.
Fasilitas Wisata Terpadu: Kawasan ini akan dilengkapi dengan jogging track, area piknik keluarga, serta pusat kuliner yang melibatkan pelaku UMKM lokal dari desa-desa sekitar.
Pembangunan zoo ini diharapkan dapat menciptakan efek domino bagi ekonomi kerakyatan. Selain menyerap tenaga kerja lokal dalam pengelolaannya, kehadiran destinasi ini diprediksi akan meningkatkan tingkat hunian hotel dan penginapan di Kota Unaaha.
"Kami ingin Konawe menjadi pusat perhatian pariwisata daratan. Dengan adanya zoo ini, keluarga tidak perlu lagi keluar daerah untuk mencari hiburan edukatif. Ini adalah investasi jangka panjang untuk indeks kebahagiaan masyarakat kita," ujar salah satu pejabat Dinas Pariwisata Konawe.
Pemerintah saat ini tengah mematangkan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan penyiapan lahan strategis yang mudah dijangkau dari jalur lintas provinsi. Pembangunan tahap awal berupa pembersihan lahan dan pemagaran kawasan ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan 2026.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Konawe berkomitmen memberikan informasi pembangunan yang transparan.
Hubungi Kami